Kemurahan Hati Dalam Krisis Domestik

Diperbarui: Apr 16


Makna Kemurahan Hati

Kemurahan hati yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Charity telah mengalami penyempitan makna dengan hanya berarti sebagai derma atau memberi kepada orang miskin. Jika kita mencari alasan kenapa sebuah kata disempitkan maknanya maka kita akan menemukan banyak alasan, dan khusus untuk kemurahan hati satu-satunya alasan yang paling masuk akal adalah karena tindakan memberi kepada orang miskin menjadi bentuk paling nyata dari makna kata di atas.

Dalam pengertian Kristiani, kemurahan atau kemurahan hati berarti Kasih dimana Kasih itu sendiri bukanlah sebuah emosi melainkan sebuah keadaan dari kehendak. Kasih terhadap diri sendiri merupakan keadaan dari kehendak yang lahir secara natural sedangkan kasih terhadap orang lain merupakan keadaan dari kehendak yang harus kita pelajari. Jadi ada sebuah penekanan di sini, bahwa mengasihi atau bermurah hati kepada sesama tidak bisa datang begitu saja. kita tidak mungkin menunggu perasaan itu datang karena baik kasih maupun kemurahan bukanlah suatu emosi. Yang bisa kita lakukan adalah bertindak untuk menghadirkan kedua hal tersebut.

Kasih kepada sesama

Kasih tidak pernah sama dengan menyukai dan menyayangi. Kasih terhadap diri sendiri tidak berarti kita menyukai diri sendiri melainkan kita mengharapkan kesejahteraan terhadap diri kita. Sama halnya kasih atau kemurahan terhadap sesama tidak berhubungan dengan perasaan suka atau perasaan sayang.

Menyukai dan menyayangi orang lain muncul secara natural. Perasaan ini hanya berlaku kepada beberapa orang yang membuat kita cenderung memelihara dan memperbesar perasaan tersebut. Bahkan kita akan mudah bersikap ‘murah hati’ kepada orang yang kita suka atau sayang. Meskipun demikian, walaupun menyukai seseorang telah mendukung sikap murah hati tetap saja hal tersebut bukanlah kemurahan.

Lalu bagaimana cara kita mengasihi sesama tanpa memiliki rasa suka sebelumnya? Inilah yang namanya kasih dalam Kristen. Entah suka atau tidak, kita harus mengasihi semua orang. Caranya sangat sederhana. Jangan menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan apakah kita mengasihi sesama kita, tetapi bertindaklah seakan-akan kita mengasihinya. Dengan bersikap seakan-akan mengasihi seseorang, kita akan segera mengasihinya.

Latihan mengasihi sesama melalui perbuatan ‘seakan-akan mengasihi’ harus didasarkan pada pemahaman bahwa kita melakukannya untuk menyenangkan Tuhan atau utuk mentaati hukum kemurahan. Bukan untuk menunjukan betapa baiknya kita atau betapa murah hatinya kita. Perbedaan kedua landasan bertindak tersebut akan dengan mudah terbaca oleh sesama kita, karrena sesungguhnya manusia sangat jeli menilai sesuatu sikap. Ketika tindakan kita berdasarkan oleh keinginan menunjukan betapa baiknya kita, maka sesama akan dengan mudah membaca sikap pamer atau sikap merendahkan dalam tindakan tersebut.

Belajar mengasihi dalam Kristen itu begini; setiap kali kita berbuat baik kepada sesama, lakukan itu hanya karena kita melihat sesama kita sebagai pribadi yang diciptakan seperti kita oleh Tuhan, dan berharap agar mereka bahagia sebagaimana kita berharap agar kita bahagia. Dengan cara ini, kita akan belajar untuk lebih mengasihi sesama atau setidaknya untuk mengurangi perasaan ‘tidak suka’ kita kepada mereka.

Dengan menciptakan ‘kasih’ di dalam diri, membedakan cara mengasihi dalam Kristen dengan orang-orang pada umumnya. Orang-orang memperlakukan orang lain dengan baik karena mereka menyukai orang tersebut, sedangkan orang Kristen berusaha memperlakukan setiap orang dengan baik untuk mendapati dirinya semakin menyukai banyak orang termasuk orang-orang yang sebelumnya tidak mereka sukai.

Empati

Dalam mitologi Yunani, ada seorang Dewa bernama Eleos. Jika kita pernah membaca mengenainya, kita akan mengetahui bahwa Eleos adalah Kasih, pengampunan dan belas kasih. Ketiga hal tersebut merupakan cakupan luas dari makna kemurahan hati yang sebelumnya dipersempit hanya sebagai derma.

Belas kasih dalam Kristen merupakan wujud lain dari empati. Dan empati melibatkan emosi dari dalam diri seseorang. Empati merupakan perasaan yang menggerakan seseorang untuk bertindak menjawab kebutuhan orang lain. Pengertian ini mendapat penekanan apabila kita melihatnya dari kaca mata Kristen yang mana belas kasih dilihat sebagai sebuah emosi yang datang karena perasaan berduka cita terhadap sesama (penderitaan sesama). Emosi semacam ini bisa menjadi suatu anugerah sebagaimana kita menyadari bahwa Yesus datang ke dunia karena belas kasih Allah kepada manusia. Yesus adalah wujud belas kasih tersebut, dan Dia menjadi anugerah bagi kita.


Lukas 6:36 menuliskan: Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Pesan Alkitab Mengenai Kemurahan Hati

Kita bisa menemukan banyak bahasa dalam Alkitab yang berbicara tentang kemurahan hati. Misalkan dalam Korintus 13:4, Matius 20:15, Lukas 6:36, dan Mazmur 30:5. Masih banyak lagi kutipan dalam Alkitab yang membawa kita kepada inti penting dari pesan-pesan tersebut yang bisa disimpulkan bahwa:

Ø Sikap murah hati didorong oleh anugerah keselamatan Tuhan

Ø Sikap murah hati berarti tergerak untuk menolong orang yang membutuhkan

Ø Sikap murah hati membuat seseorang untuk ikut terlibat dalam penderitaan orang lain dan tidak meninggalkannya

Ø Bersikap murah hati artinya bersedia menerima, memaafkan dan mengampuni serta berani menjalin kembali persahabatan tanpa dendam

Ø Bermurah hati berarti menunjukan kasih melalui tindakan

Ø Murah hati tidak pernah memandang suku, warna kulit, dan perbedaan ras


Menjadi anugerah bagi sesama


“Dalam masa krisis domestik, orang-orang yang memiliki niat baik dan kemurahan hati harus mampu bersatu terlepas dari partai atau politik.” John F. Kennedy.


Kalau kita bergerak lebih dekat ke pelosok-pelosok, maka apa yang disebut sebagai krisis domestik tampak terlalu nyata. Kesenjangan sosial dan kemiskinan menggelayuti masyarakat kecil. Para petani dan nelayan kehilangan harapan, sementara anak-anak mereka tumbuh dalam dunia yang terbatas.

Yayasan Kebun Anggur berusaha menerabas sekat ini. Dengan membangun lembaga pendidikan di wilayah yang tertinggal menjadi salah satu bentuk paling nyata membuka jalan bagi-bagi bocah-bocah dusun yang mungkin belum sepenuhnya tersentuh oleh tangan pemerintah.

Menjadi Kristen membuat kita mengusung kasih setingi-tingginya sebagai Yesus adalah kasih sejati. Dan kasih, sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya bukan merupakan perasaan suka atau sayang, harus ditimbulkan atau dengan perbuatan. Tanpa tindakan, kasih bukanlah kasih.

Meskipun bukan satu-satunya cara mengulurkan tangan kepada anak-anak di desa-desa, setidaknya menghadirkan pendidikan ke tengah mereka memungkinkan anak-anak tersebut melihat kemurahan Tuhan.

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua